Thursday, May 11, 2017

Lonesome Lady



Di suatu Minggu pagi yang cerah Sembadra menghampiri Gareng, Petruk, dan Bagong di padepokan Sapta Arga. Mereka bertiga sedang memberi makan ayam dan merpati. Sembadra mengajak mereka pergi jalan-jalan ke mall. Karena hari Minggu disebut hari libur maka mereka bertiga menerima tawaran dengan girang. Pringas-pringis, cengengas-cengenges, hore! Petruk berebut dengan Gareng duduk di depan. Gareng kalah. Bagong di belakang. Sembadra nyetir. “Brummm”. Pakan ayam ditinggal berserakan.

“Non, kita mau pergi ke mall yang mana?”, tanya Bagong girang.

“Ke mall yang paling buessarr”, jawab Sembadra mantap.

“Hehe. Mall yang besar. Shopping. Shopping. Shopping!”, kata Petruk menikmati pemandangan.

“Bagong kamu udah mandi belum? Kamu bauk!”, sela Gareng.

“Sudah donk. Gareng riwil!”, tukas Bagong.

“Non, nanti mampir ke toko peralatan masak ya? Pingin lihat-lihat”, kata gareng.

“Gampang”, jawab Sembadra di balik kacamata hitamnya yang berbingkai tebal.

Corvette merah melaju kencang, meliak-liuk menari menyusuri jalan desa. Stereo memutar denting gitar La Paloma dengan nuansa Spanish. Sawah-sawah membentang dipagari pepohonan kelapa. Mentari bertengger di atas kaki gunung. Sapi dan kerbau menyeberang jalan. Bebek-bebek mandi di kali. Gareng, Petruk, dan Bagong melamunkan apa yang ingin mereka beli. Barangkali hoki. Gratis. 

Sampai di mall yang paling buesar mereka berempat mulai jalan. Sembadra dikawal Petruk yang jambulnya klimis rapi karena sudah diplintir terus sejak tadi. Gareng mengikuti di belakang bersama Bagong yang jalan megal-megol.

Di outlet sepatu, Sembadra memilih-milih wedges,

“Gareng, ini sama ini bagus mana?”

Petruk dan Bagong bengong tak paham. Gareng menjawab sekenanya,

“Yang merah OK. Yang hijau cantik”.

Keduanya diangkut Sembadra. Petruk melihat-lihat sepatu boots kulit. Ditimang-ditimangnya sepatu yang paling mahal, lalu dicoba sambil berkaca.

“Ambil aja Truk. Aku beliin”, kata Sembadra.

Bagong dan Gareng melotot. Petruk menelan ludah,

 “Wow! Okei. Thank you!”.

“Non! Ayo kita lihat-lihat batiiiik!!”, Bagong usul seperti proklamator teriak merdeka.

“Yuuk”, jawab Sembadra enteng.

Gareng makin serius memikirkan apa yang ingin ia beli.

Mereka berempat mengelilingi mall dari ujung ke ujung, dari lantai ke lantai. Setiap outlet yang SPG-nya cantik dimasuki Petruk. Outlet-outlet yang jual baju warna-warni dimasuki Bagong. Gareng mengangkut semua peralatan masak yang canggih. Sembadra enteng main gesek kartu. Anehnya semakin banyak yang dibeli, ia semakin puas.

Tas-tas belanjaan dijinjing disana-sini. Petruk dibelikan sepasang sepatu, 2 kemeja, 2 celana jeans, jaket parka, dan kacamata. Bagong dibelikan 4 batik, 2 kemeja, jas, celana, dan kopiah hitam. Gareng dibelikan microwave, panci presto, wajan teflon, seperangkat pisau dapur mulai dari yang kecil sampai besar, topi koki Perancis, dan celemeknya. Sembadra memborong blues bermacam-macam warna dan daleman-daleman. Semuanya barang mahal.

Pada perjalanan pulang mereka mampir ke restaurant Pizza. Bagong yang ditugasi memilih menu. Hasilnya, dipesan semuanya. Sebagian dibawa pulang.

Senja menjemput. Mereka pulang. Corvette merah kembali menyusuri jalan yang sama. Mobil penuh sesak dengan perabotan dan barang belanjaan.

“Barang belanjaan sebanyak ini, habis berapa untuk shopping tadi Non?”, tanya Gareng.

“Ga tau. Masih kurang banyak belanjanya”, jawab Sembadra memegang setir.

“Kuat ya Non kartunya. Digesek terus ga rusak”, kata Bagong.

“Hahaha! Ya enggak donk Gong. Kartunya ga bisa rusak. Isinya yang bisa jebol”, kata Petruk.

“Iya maksudku itu Truk!”, kata Bagong.

“O… Santai”, jawab Sembadra enteng. Sangat enteng.

Di belahan bumi lain yang tak diketahui Sembadra. Di negeri seberang lautan nun jauh di sana. Danasmara yang sedang menarik uang tunai mengerutkan dahi. Saldo ATM-nya hampir kosong.

“Ada apa? Apa aku harus pulang?"

1 comment:

  1. Keren banget! Aku mau jadi Sembadra yang ini 😂

    ReplyDelete

Makam-Makam Wali di Negeri Korea 1

Makam-Makam Wali di Negeri Korea 1 Assalamualaikum warahmatullahu wabarakatuh Alhamdulillah pada bulan puasa ini kami bisa menuliskan tentan...