Monday, May 1, 2017

Bisma dan Kenangan Lama



Di dunia wayang, siapa tokoh yang paling cerdas? Soal siapa yang paling, pasti ujung-ujungnya jadi topik yang debatable. Pertama ya Kresna, setelah itu Arjuna. Kresna itu waktu. Kresna itu presisi. Tepat. Persis. Kalau mau tanya nanti malam pertandingan bola yang menang siapa, tanya ke Kresna. Kresna ialah ukuran itu sendiri. Juga pembaca akhir riwayat, pembaca Jitabsara. Kitab dari khayangan tentang bagaimana Baratayuda berlangsung dan berakhir. Anti-tesis siasat Durna yang serba rumit dan tersamar. 

Kalau begitu, Kresna selalu bisa menyelesaikan semua persoalan? Ya ga semua donk. Kresna pernah kebingungan di tengah perang Baratayuda karena dari pihak Pandhawa tidak ada yang sanggup mengalahkan Resi Bisma. Ia sowan pada Ki Semar Lurah Badranaya. Dipanggil pula Arjuna. Solusinya, Arjuna harus meminta Srikandi turun ke medan perang, diberi pangkat senopati. Namun ikut perang bukan asal terjun. Srikandi punya wajah semirip Dewi Amba, mantan kekasih Resi Bisma yang lebih dulu meninggal namun kenangannya tak bisa ditinggal. Maka Srikandi harus dirias agar persis seperti Dewi Amba. 

Di tengah pertempuran, Bisma terkejut melihat wajah kekasihnya. Bersamaan dengan tembusnya sebuah anak panah yang melesat dari busur Srikandi ke dadanya.

"Gugur bulan
Gugur ke samudera
Gugur cinta
Ke lautan rindu"

No comments:

Post a Comment

Makam-Makam Wali di Negeri Korea 1

Makam-Makam Wali di Negeri Korea 1 Assalamualaikum warahmatullahu wabarakatuh Alhamdulillah pada bulan puasa ini kami bisa menuliskan tentan...