Di dunia wayang, siapa tokoh yang
paling cerdas? Soal siapa yang paling, pasti ujung-ujungnya jadi topik yang debatable.
Pertama ya Kresna, setelah itu Arjuna. Kresna itu waktu. Kresna itu presisi. Tepat.
Persis. Kalau mau tanya nanti malam pertandingan bola yang menang siapa, tanya
ke Kresna. Kresna ialah ukuran itu sendiri. Juga pembaca akhir riwayat, pembaca
Jitabsara. Kitab dari khayangan tentang bagaimana Baratayuda berlangsung dan
berakhir. Anti-tesis siasat Durna yang serba rumit dan tersamar.
Kalau begitu, Kresna selalu bisa menyelesaikan
semua persoalan? Ya ga semua donk. Kresna pernah kebingungan di tengah perang
Baratayuda karena dari pihak Pandhawa tidak ada yang sanggup mengalahkan Resi
Bisma. Ia sowan pada Ki Semar Lurah Badranaya. Dipanggil pula Arjuna.
Solusinya, Arjuna harus meminta Srikandi turun ke medan perang, diberi pangkat
senopati. Namun ikut perang bukan asal terjun. Srikandi punya wajah semirip
Dewi Amba, mantan kekasih Resi Bisma yang lebih dulu meninggal namun
kenangannya tak bisa ditinggal. Maka Srikandi harus dirias agar persis seperti
Dewi Amba.
Di tengah pertempuran, Bisma
terkejut melihat wajah kekasihnya. Bersamaan dengan tembusnya sebuah anak panah
yang melesat dari busur Srikandi ke dadanya.
"Gugur bulan
Gugur ke samudera
Gugur cinta
Ke lautan rindu"

No comments:
Post a Comment