Sunday, April 9, 2017

Yi Sun Sin Muda

29 April 2014
Kalau kita pergi ke Seoul, di sana ada patung raksasa dari laksamana Yi Sun Sin yang berdiri di depan raja Sejong. Admiral Yi Sun Sin dikenal tak pernah kalah dalam bertempur. Korea kuno waktu itu berada di antara dua pengaruh kerajaan besar, yaitu Cina dan Jepang. Jika kondisi diplomatis baik, Korea mengirim upeti pada kekaisaran Cina. Jika sedang tidak, kadang terjadi invasi.

Di sisi lain, seringkali pasukan-pasukan jepang di bawah shogun Tokugawa Eiyasu menyerang. Setelah berhasil menyatukan Jepang paska perang Sekigahara (seingatku), Tokugawa berambisi menguasai Korea. Ia mengirim berpuluh-puluh kapal dalam beberapa invasinya. Namun sayang kapal-kapal itu tak pernah benar-benar berhasil mengalahkan armada laut Korea. Jenderal Yi Sun Sin lah yang menjadi laksamana angkatan lautnya.

Yang paling aku suka dari Yi Sun Sin adalah karakternya. Awalnya ia seorang katrok yang idealis. Kurasa benar-benar katrok ndeso blokosuto pwooooll. Hehehe. Seingatku ia lahir dari keluarga Budha yang taat. Orang tuanya mengirimnya untuk belajar konfusionisme. Yang kita tahu di masa itu didikan moral kongfuse terkenal amat kuat. Itu kurasa yang membuatnya jadi idealis. Uniknya, Yi Sun Sin ini belajar konfisionisme terlalu lama. Tidak serius meniti karir sejak muda seperti anak-anak jaman sekarang. Kerjaannya cuma bantuin ibunya sambil belajar gitu-gitu doang sampai umur 30an lebih. Jadi bayangkan aja kalau di kita itu dia seorang santri ndeso yang sarungan terus kesana kemari, kerjaannya nyantriii mulu.

Baru setelah umur 30 sekian tahun ia pingin masuk tentara kerajaan. Ia mendaftar dan diterima. Karir ketentaraan ia jalani. Pangkatnya nggak rendah-rendah amat, tapi juga nggak tinggi-tinggi amat. Katakanlah, sersan. Waktu dia jadi sersan, semua teman dan pimpinannya mengajak dia untuk melanggar aturan. Tidak dijelaskan detail aturan apa yang dilanggar, tapi bayangkan aja waktu itu Yi Sun Sin diajak korupsi menggelapkan anggaran.

Nah hebatnya, si Yi Sun Sin ini benar-benar nggak mau ikut-ikutan. Mungkin karena idealisme moralnya yang kuat dan didorong dengan tingkat kekatrok-annya yang tinggi itu ia berani ngeyel. Ngeyel karena benar. Bahkan ia berani melawan atasannya dan akhirnya sampai berkelahi dengan teman-temannya. Karena idealismenya itu ia sampai diturunkan pangkat jadi tentara kacung bawahan selama beberapa tahun. Barangkali mungkin sosoknya hampir dilupakan karena terlampau jadi orang nggak penting. Yah, begitulah. Apes lah dia. Tapi waktu ia terkena kasus itu, ada salah seorang kawan lamanya yang sudah jadi kolonel. Ia tahu bagaimana watak Yi Sun Sin dan apa yang sebenarnya terjadi. Kolonel itu juga tahu skill leadership Yi Sun Sin yang memang mumpuni. Alhasil ketika kolonel itu jadi jenderal penting, Yi Sun Sin diangkat kembali dari lapisan kerak bumi. Ya semirip waktu Gus Dur mengangkat Mahfud MD dari sekedar dosen terus jadi Menhan kala itu. Akhirnya Yi Sun Sin berhasil memimpin armada laut Korea bertempur melawan Jepang dengan kemenangan-kemenangan yang kisahnya benar-benar layak dicatat tinta emas sejarah.

No comments:

Post a Comment

Makam-Makam Wali di Negeri Korea 1

Makam-Makam Wali di Negeri Korea 1 Assalamualaikum warahmatullahu wabarakatuh Alhamdulillah pada bulan puasa ini kami bisa menuliskan tentan...